Guru yang "Tercecer" dari Kepulauan

 Harmon,  Guru yang " Tercecer " dari Kepulauan


*Kas Pani



Tiba di Pulau Banyak Barat ( Haloban dan Asantola ) Kabupaten Aceh Singkil tahun 2011, ketika itu ikut program Sarjana Mendidik di  Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal ( SM-3T ). Hanya setahun jadi guru di daerah kepulauan itu.


Takdir berkata lain, 2015,  Harmon Tanjung, S.Pd namanya, ia harus kembali ke Pulau Banyak Barat, bukan  sebagai SM-3T, tetapi menjadi Guru Garis Depan ( GGD ), ditugaskan di tempat mengajar pertama, SMA Negeri 1 Pulau Banyak Barat. Ia ditugaskan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil.


Hingga hari ini sekitar delapan tahun merantau di negeri orang. 


" Betah ya ? " tanya saya suatu ketika padanya.


" Mesti betah, Pak. Kalau tidak ya bagaimana ? Sudah tugas, " jawabnya menunduk. Ada sesuatu yang tersimpan dipikirannya, antara ingin mengungkapkan dan tidak pada saya.


" Sekolah ini butuh guru. Sehari saja bila ada yang  tidak masuk, murid akan kececeran, karena tidak ada pengganti seperti di kota. " Ungkapnya menutupi kegalauannya di depan saya.


Karena itu, Harmon melanjutkan, sambil bertamsil dalam bahasa Minang, " lebih baik mambari sesuatu yang sederhana ka urang yang indak punyo, dari pado mangasih hadiah maha ka urang yang barado. " Artinya Harmon ingin bermanfaat bagi orang lain, kendatipun yang diberikannya itu kecil  tapi mungkin sangat berguna bagi yang butuh.


Maka tak heran, ia memanfaatkan dirinya bagi murid dan lingkungan tempat tinggalnya.


Dengan penguasaan Teknologi Informasi ( IT ) yang mumpuni, guru berputri satu ini telah melakukan Webinar berulangkali di masa Covid 19, dengan bekerjasama dengan PGRI Aceh Singkil dan Dinas Pendidikan. Ia pernah membimbing para calon guru P3K ikut seleksi.


Kemahiran dibidang IT ini juga ia tularkan kepada peserta didiknya. Bersama guru lainnya,  ia motivasi murid-muridnya untuk ikut olimpiade mata pelajaran yang diadakan  lembaga di luar kementerian pendidikan. Ternyata berbuah manis, medali emas, perak, dan perunggu pun disabet mereka. 


" Kami para guru, sangat bangga menyaksikan foto murid-murid berkalung medali. Ternyata anak ke pulauan bisa dan diperhitungkan, " ujarnya senang


Sebagai apresiasi atas kemenangan ini, ketika itu,  Kacabdindik Wilayah Subulussalam dan Aceh Singkil, Antoni Berampu, S.Pd, M.Pd datang khusus ke SMA Negeri 1 Pulau Banyak untuk memberi piagam penghargaan.


Alumni program studi Pendidikan Kimia Universitas Negeri Padang itu,  disamping mengajar, ia  memiliki akun youtube di bidang pendidikan, dan mengelola web sekolah. Punya FB, akun instagram,  Tiktok, dan Snack Vodeo yang memberi pencerahan. Luar biasa. Beberapa video pendek pun sudah dihasilkannya.


Kini, Harmon kembali menyalurkan bakatnya sebagai penulis.


 " Saya sedang merampungkan novel, judulnya, Tertompang Harap Benang Sehelai. Doa kan, Pak ya, " pintanya mengakhiri pembicaraan.


" Teruslah berinovasi, Mon, sekalipun ada yang tidak milirikmu,  apalagi jauh di kepulauan. Tapi  yakinlah Tuhan dengan tatapanNya yang teduh, tetap memandang wajahmu. Kegalauan yang tidak berani kau ucapkan padaku, pasti didengarnya, "  pesanku pada Harmon di sebuah pertemuan empat mata.]

Post a Comment

Previous Post Next Post